-->

Notification

×

Indeks Berita

Penjual Sapi Musiman di Sekar Putih Mengaku Diintimidasi, Bantah Tudingan Merusak Lingkungan

31 Mar 2026 | Maret 31, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-03-31T11:57:47Z

 

Gambar Ilustrasi 

Smashnews, Pasuruan – Seorang warga bernama Wildan, penjual sapi musiman di kawasan Sekar Putih, mengaku mengalami intimidasi saat menjalankan aktivitas penjualan sapi di rumahnya menjelang Hari Raya Idul Adha.


Wildan menuturkan, dirinya didatangi dan dipersoalkan oleh sejumlah pihak yang menilai aktivitas jual beli sapi tersebut mengganggu lingkungan sekitar. Ia bahkan disebut bukan peternak dan hanya mencari keuntungan tanpa mempertimbangkan dampak lingkungan.


“Saya hanya jualan sapi musiman setiap Idul Adha, bukan setiap hari. Ini juga di rumah sendiri, dan saya berusaha menjaga kebersihan,” ujar Wildan saat dikonfirmasi.


Selain itu, Wildan juga mengaku mendapat tekanan berupa pesan suara dari seorang perangkat desa (carik) yang dinilai menjustifikasi dirinya. Dalam pesan tersebut, ia disebut hanya mengejar keuntungan tanpa memperhatikan kondisi lingkungan sekitar.


Menanggapi hal tersebut, Wildan membantah tudingan tersebut. Ia menegaskan bahwa selama berjualan, dirinya tetap memperhatikan kebersihan dan tidak melakukan aktivitas yang merusak lingkungan.


“Yang disampaikan itu tidak sesuai dengan fakta di lapangan. Saya tetap menjaga kebersihan dan tidak sembarangan,” tegasnya.


Di sisi lain, hingga berita ini ditulis, pihak perangkat desa yang disebut dalam persoalan tersebut belum memberikan keterangan resmi terkait tudingan yang disampaikan kepada Wildan.


Peristiwa ini pun memunculkan perhatian warga sekitar, terutama terkait batasan aktivitas usaha musiman di lingkungan permukiman serta pentingnya komunikasi antara warga dan perangkat desa agar tidak terjadi kesalahpahaman.


Ke depan, diharapkan ada klarifikasi dari semua pihak agar persoalan ini dapat diselesaikan secara baik dan tidak menimbulkan konflik berkepanjangan di masyarakat.

(Red)

×
Berita Terbaru Update